beranda

kaldera (25)
kaldera pecinta alam
Tampilkan postingan dengan label kaldera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kaldera. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Oktober 2012

menentukan arah


1. Melalui rasi bintang
Menurut para astronom, ada tiga rasi bintang yang populer digunakan oleh para nelayan, para peladang, penyuka kegiatan alam, hingga orang-orang tersesat tentunya, untuk mengetahui arah mata angin: rasi bintang Ursa Minor (artinya Beruang Kecil. Di Indonesia di sebut Biduk) , rasi bintang Crux (Layang, Gubung Penceng, Pari), dan rasi bintang Orion.
Ursa Minor menunjukkan arah utara. Lihat bintang yang paling ujung ( alfa), disebut Polaris, itulah yang menunjukkan arah utara.
Rasi bintang Crux menunjukkan arah selatan. Bintang paling bawah (alfa, bagian lengan yang terpanjang) itulah yang menunjukkan arah selatan.
Orion menunjukkan arah barat (tiga bintang yang lebih mirip ekor kalajengking dibandingkan pinggang Orion).
Ketiganya selalu terlihat jelas ketika langit cerah. Untuk mengantisipasi bila ada bagian langit yang tertutup awan, minimal ketiganya kita mengenalnya. Kalau-kalau satu yang terlihat dan yang lainnya tidak.
Selain ketiga rasi bintang ini, rasi-rasi lain tentu sangat banyak, para astronom tentu telah banyak memetakan. Tapi, tiga rasi bintang inilah yang paling jelas terlihat di malam hari bagi orang awam seperti kita, mencolok, dan sangat terpercaya sebagai pemandu arah mata angin.
2. Dengan Jarum Jam
Jika berada di daerah ekuator, pegang secara horisontal dan arahkan jarum pendek ke arah matahari. garis tengah pembagi antara jarum pendek dan angka 12 menunjukkan arah utara.
jika berada di selatan ekuator, pegang secara horisontal dan arahkan angka 12 ke arah matahari. garis tengah pembagi antara angka 12 dan jarum pendek merupakan arah utara.
Dengan Tumbuhan

Apabila dalam kondisi darurat ( survival ) dimana pada saat itu kita tidak dilengkapi dengan alat penunjuk arah atau Kompas, keadaan tanda-tada alam disekeliling kita akan dapat membantu, dengan cara mengetahui, a.l. ;
• Kelebatan Tajuk Pohon
Perbedaan kelebatan tajuk pohon dapat dipakai sebagai petunjuk untuk menentukan arah Timur dan Barat. Hal ini berkaitan dengan proses fotosintesis.
• Lumut
Di hutan-hutan tropis yang lebat, untuk mengamati perbedaan kelebatan tajuk pohon akan mengalami kesulitan, tapi untuk mengatasi hal lain agar kita dapat mengetahui arah mata angin dalam kelebatan hutan tersebut yaitu dapat memanfaatkan Lumut Parmelia sp dan Polytrichum sp . Lumut-lumut ini cenderung untuk tumbuh didaerah yang kurang sinar matahari / kualitas sinar mataharinya rendah ( arah barat ).
• Pandan Hutan
Batang Pandan Hutan ( Pandanus tectorius ) cenderung untuk mengarah ke sinar matahari yang berkualitas baik ( arah timur ).
Membuat Kompas Sederhana
Dengan peralatan sederhana, anda dapat membuat kompas sendiri. Bahan-bahannya berupa sebatang jarum atau silet, magnet, gabus/steoform, dan air yang diletakkan dalam sebuah wadah.
Jarum atau silet tersebut diberi muatan magnet dengan cara menggosok-gosokkannya pada batang magnet secara searah. Setelah itu jarum atau silet ditusukkan ke gabus dan diletakkan di atas permukaan air sehingga terlihat mengapung. Kompas penunjuk arah siap untuk digunakan dengan kedua ujungnya akan selalu menunjuk ke arah utara dan selatan.

ALAM



Alam (dalam artian luas memiliki makna yang setara dengan dunia alam, dunia fisik, atau dunia materi) mengacu kepada fenomena dunia fisik dan juga kehidupan secara umum. Skala alam terbentang dari sub-atomik sampai kosmik.
Kata alam merupakan terjemahan dari bahasa Inggris "nature", yang berasal dari kata Latin natura, atau "kualitas esensial, disposisi bawaan", dan pada zaman dahulu, secara harfiah berarti "kelahiran".[1] Natura adalah terjemahan Latin dari kata Yunani physis (φύσις), yang awalnya terkait dengan karakteristik bawaan yang dimiliki tanaman, hewan, dan berbagai fitur lain di dunia.[2][3][4] Konsep alam sebagai keseluruhan, atau alam semesta fisik, merupakan pengembangan konsep aslinya; dimulai dari penerapan kata Yunani physis (φύσις) oleh filsuf-filsuf pra-Socrates, dan sejak saat itu terus berkembang. Kata ini juga banyak digunakan selama munculnya metode ilmiah modern dalam beberapa abad terakhir.[5][6]
Dalam berbagai penggunaan kata tersebut pada saat ini, "alam" sering mengacu kepada geologi dan kehidupan liar. Kata alam mungkin mengacu secara umum ke berbagai jenis tanaman hidup dan hewan, dan dalam beberapa kasus ke proses yang berhubungan dengan benda mati – mengenai keberadaan jenis-jenis tertentu suatu benda dan bagaimana mereka berubah dengan sendirinya, seperti cuaca dan geologi di Bumi, danmateri serta energi dari mana semua hal-hal tersebut tersusun darinya. Kata ini sering diartikan sebagai "lingkungan alam" atau hewan liar, batu, hutan, pantai, dan secara umum hal-hal yang belum diubah secara substansial oleh campur tangan manusia, atau yang bertahan meskipun ada intervensi manusia. Sebagai, contoh, objek yang dibuat dan interaksi manusia umumnya tidak dianggap sebagai bagian dari alam, kecuali jika dinilai sebagai, misalnya, "sifat manusia" atau "seluruh alam". Konsep yang lebih tradisional dari hal-hal alami tersebut, yang masih dapat ditemukan hari ini, menyiratkan perbedaan antara alami dan buatan, yang dimaksud dengan kata buatan dipahami sebagai hasil kesadaran ataupikiran manusia. Tergantung pada konteks tertentu, istilah "alam" juga dapat dibedakan dari yang tidak wajar, supernatural, atau sintetis.
Bumi adalah satu-satunya planet yang diketahui saat ini yang dapat mendukung kehidupan, dan fitur alamnya adalah subyek dari banyak bidang penelitian ilmiah. Di Tata Surya, planet ini merupakan planet ketiga terdekat dari Matahari, merupakan planet terestrial terbesar dan planet terbesar kelima secara keseluruhan. Fitur iklim yang paling menonjol adalah dua daerah kutub besar, dua zona beriklim sedang yang sempit, dan daerahkhatulistiwa tropis sampai sub-tropis yang lebar.[7] Curah hujan sangat bervariasi dengan lokasi, dari beberapa meter air per tahun sampai kurang dari satu milimeter. 71 persen dari permukaan bumi ditutupi oleh lautan air garam. Sisanya terdiri dari benua dan pulau-pulau, dengan sebagian besar tanah yang dihuni di belahan bumi utara.
Bumi telah berkembang melalui proses geologi dan biologi dengan meninggalkan jejak dari kondisi asli. Permukaan luar dibagi menjadi beberapatektonika lempeng yang bermigrasi secara bertahap. Interior tetap aktif, dengan lapisan tebal mantel plastik dan inti penuh besi yang menghasilkanmedan magnet.
Kehidupan telah mengubah keadaan atmosfer Bumi,[8] yang menciptakan keseimbangan ekologi yang menstabilkan kondisi permukaan. Meskipun ada variasi iklim regional akibat posisi lintang dan faktor geografis lainnya, iklim global jangka panjang rata-rata cukup stabil selama periode interglasial,[9]dan variasi satu atau dua derajat dari suhu global rata-rata secara historis memiliki efek besar pada keseimbangan ekologis, dan pada kondisi aktual geografi Bumi.[10][11]

[sunting]Geologi

Geologi adalah ilmu dan studi materi padat dan cair yang membentuk Bumi. Bidang geologi meliputi studi tentang komposisi, struktur, sifat fisik, dinamika, dan sejarah bahan-bahan pembentuk Bumi, dan proses materi-materi ini terbentuk, pindah, dan berubah. Bidang ini adalah suatu disiplin ilmu utama, dan juga penting untuk penambangan mineral dan hidrokarbon, pengetahuan tentang dan mitigasi bencana alam, beberapa bidang rekayasa geoteknik, dan pemahaman iklim dan lingkungan masa lalu.

[sunting]Evolusi geologis

Geologi suatu daerah berevolusi seiring waktu sebagai unit-unit batuan yang tersimpan dan terbenam, dan proses deformasi mengubah bentuk serta lokasi mereka.
Unit-unit batuan ditempatkan baik oleh deposisi ke permukaan atau menyusup (intrusi) ke batu di atasnya. Deposisi dapat terjadi ketika sedimenmengendap ke permukaan bumi dan kemudian mengalami litifikasi menjadi batuan sedimen, atau ketika material vulkanik seperti abu vulkanik dan aliranlava menyelimuti permukaan. Intrusi batuan beku seperti batolit dan lakolit mendorong batu di atasnya, dan mengkristal saat mereka mengintrusi.
Setelah urutan awal batuan telah tersimpan, unit batuan dapat mengalami deformasi dan/atau metamorfosis. Deformasi biasanya terjadi sebagai akibat dari pemendekan horisontal, ekstensi horisontal, atau pergerakan sisi ke sisi (strike-slip). Cara struktural ini secara umum berkaitan dengan batas-batas konvergen, batas-batas divergen, dan batas-batas perubahan, masing-masing, antara tektonika lempeng.

[sunting]Sudut pandang historis

Plankton tinggal di lautan dan danau, dan sudah ada dalam berbagai bentuk semenjak 2 miliar tahun yang lalu.[12]
Animasi pecahnya Pangaea.
Bumi diperkirakan telah terbentuk 4,54 miliar tahun yang lalu dari nebula surya, bersama dengan Matahari dan planet lain.[13] Bulan terbentuk sekitar 20 juta tahun kemudian. Awalnya cair, lapisan luar Bumi mendingin dan menghasilkan kerak padat. Semburan gas dan aktivitas vulkanik memproduksi atmosfer purba. Kondensasi uap air, yang sebagian besar atau semuanya berasal dari es yang dibawa oleh komet, menghasilkan lautan dan sumber air lainnya.[14] Proses kimia yang berenergi tinggi diyakini telah menghasilkan sebuah molekul yang mampu mereplikasi diri sekitar 4 miliar tahun lalu.[15]
Benua terbentuk, kemudian terpencar dan terbentuk kembali sebagai permukaan bumi yang melalui proses pembentukan selama ratusan juta tahun, kadang-kadang beberapa dari mereka berkumpul sehingga membentuk sebuah benua super. Sekitar 750 juta tahun yang lalu, benua super paling awal yang diketahui yaitu Rodiniamulai pecah. Benua-benua tersebut kemudian berkumpul kembali untuk membentuk Pannotia yang pecah sekitar 540 juta tahun lalu, lalu akhirnya Pangaea yang pecah sekitar 180 juta tahun lalu.[16]
Ada bukti yang signifikan bahwa aktivitas glasial selama era Neoproterozoikum mengakibatkan sebagian besar planet terlapisi es. Hipotesis ini disebut sebagai "Bumi Bola Salju" dan menarik karena mendahului letusan Kambrium, yang merupakan peristiwa saat bentuk kehidupan multisel mulai berkembang biak sekitar 530-540 juta tahun yang lalu.[17]
Sejak ledakan Kambrium sudah terjadi paling tidak lima kepunahan massal.[18] Kepunahan massal terakhir terjadi sekitar 65 juta tahun lalu, ketika sebuah tabrakan meteorit kemungkinan memicu kepunahan dinosaurus non-unggas dan reptil besar lainnya, tetapi tidak memunahkan hewan-hewan kecil seperti mamalia, yang kemudian menyerupai celurut. Selama 65 juta tahun terakhir, kehidupan mamalia telah terdiversifikasi.[19]
Beberapa juta tahun yang lalu, sebuah spesies kera Afrika kecil berhasil memperoleh kemampuan untuk berdiri tegak.[20] Kemudian muncullah kehidupan manusia dan perkembangan pertanian dan peradaban lebih lanjut memungkinkan manusia untuk memengaruhi Bumi lebih cepat daripada bentuk kehidupan sebelumnya. Peradaban telah memengaruhi sifat dan kuantitas organisme lainnya serta memengaruhi iklim global. Sebagai perbandingan, Peristiwa Oksigenasi Besar, yang dihasilkan oleh penyebaran algae selama periode Sideria, memerlukan sekitar 300 juta tahun untuk mencapai puncaknya.
Era saat ini diklasifikasikan sebagai bagian dari peristiwa kepunahan massal Holosen, yang merupakan peristiwa kepunahan tercepat yang pernah terjadi.[21][22] Beberapa tokoh, seperti E. O. Wilson dari Universitas Harvard, memperkirakan bahwa pengrusakan yang dilakukan manusia terhadap biosfer dapat menyebabkan kepunahan satu-setengah dari semua spesies dalam 100 tahun ke depan.[23] Merebaknya peristiwa kepunahan saat ini sedang diteliti, diperdebatkan dan diperhitungkan oleh ahli biologi.[24]


Minggu, 23 September 2012

olahraga sepada gunung

Sepeda gunung sebenarnya merupakan modifikasi dari sepeda yang digunakan di jalan raya. Sepeda jalan raya dibuat hanya untuk digunakan sebagai alat transportasi di jalan raya. Jika digunakan di daerah pegunungan (di jalan yang terjal) sepeda ini akan mudah sekali mengalami kerusakan. Hal ini membuat beberapa orang berupaya untuk menciptakan sepeda yang kuat untuk segala jenis medan.
Sepeda gunung, atau lebih dikenal dengan MTB (Mountain Bike) maupun ATB (All Terrain Bike), adalah sepeda yang dirancang khusus untuk bisa bertahan dalam melewati daerah pegunungan yang memiliki jalan yang tidak rata dan banyak bebatuan. Sepeda ini mempunyai disain ban yang lebih lebar dibanding sepeda jalan raya, yang bertujuan untuk mendapatkan traksi yang lebih baik.
Ada banyak perdebatan mengenai asal mula sepeda gunung pertama kali digunakan. Menurut beberapa catatan, sepeda gunung pertama kali diuji coba oleh Buffalo Soldiers, salah satu bagian dari angkatan darat Amerika Serikat. Sepeda ini dipersiapkan untuk melalui jalanan pegunungan oleh militer Amerika Serikat. Uji coba sepeda ini dilakukan oleh seorang serdadu yang membawa seorang perwira dari Missoulla melewati Montana menuju ke Yellowstone dalam perjalanan pulang dan pergi. Uji coba ini dilakukan pada bulan Agustus 1896.
Pada kisaran tahun 1930an sampai dengan 1950an, Joe Breeeze mengembangkan konsep sepeda yang serbaguna. Joe Breeze, yang tinggal di daerah Marin County, California, ini mengembangkan sepeda dengan bar-tire yang berkualitas tinggi. Sepeda ini menggunakan ban ‘balloon’ dengan satu tingkat kecepatan. Sepeda buatan Joe ini sempat menjadi trend pada masa itu.
Pada rentang waktu tahun 1951 sampai dengan 1956, sebuah komunitas di Perancis yang bernama Velo Cross Club Parison (VCCP), yang terdiri dari 20 orang pemuda yang gemar bersepeda, mengadakan sebuah kegiatan olah raga yang menjadi dasar dari olah raga sepeda gunung pada saat ini. Pada kegiatan olah raga tersebut, semua anggota dari VCCP menggunakan sepeda yang dimodifikasi khusus untuk kegiatan tersebut, yang diberi nama French 650-B.
Pada tahun 1953, John Finley Scott dari Amerika Serikat mengembangkan sebuah sepeda yang merupakan cikal bakal dari pembuatan sepeda gunung moderen. Sepeda yang dikembangkan oleh John Finley Scott ini diberi nama ‘Woodsie Bike’. Sepeda ini menggunakan frame dengan disain bentuk diamond yang dikembangkan oleh Schwin World. Selain itu sepeda ini menggunakan ban angin yang menggunakan ban dalam. Untuk meningkatkan keamanan, pada sepeda ini dilengkapi juga dengan flat-handle bars yang berfungsi sebagai pengaman dan penguat sepeda saat menjelajahi daerah pegunungan.
Untuk mengatur kecepatan dan percepatan sepeda ini, terdapat derailleur gears yang memudahkan pengendara untuk mengaturnya. Hal ini dapat mengurangi beban pengendara sehingga tidak terlalu berat dalam menjalankannya. Sedangkan untuk keamanan dan memaksimalkan hasil pengereman, maka pada sepeda ini dilengkapi dengan cantilever brakes.
Sekitar tahun 1970an, ada sebuah komunitas sepeda di California, Amerika Serikat yang ikut serta dalam pengembangan sepeda gunung. Komunitas tersebut bernama The Cupertino Riders alias the Morrow Dirt Club. Komunitas ini mengembangkan sepeda gunung yang dilengkapi dengan thumbshift operation. Selain itu komunitas yang bertempat di Cupertino, California ini mengaplikasikan rem yang biasa digunakan pada sepeda motor. Rem berbentuk piringan ini dipasangkan pada sepeda gunung buatannya. Sepeda ini mampu memenangkan berbagai kejuaraan yang digelar pada masa tersebut. Namun hal ini hanya bertahan sampai dengan tahun 1994.
Pada tahun 1977 Joe Breeze kembali ‘bermain’ dengan konsep-konsep sepeda gunung. Kali ini Joe mengembangkan sepeda gunung yang menggunakan bahan logam yang ringan untuk bagian bodi sepeda buatannya. Selain menggunakan logam yang ringan, sepeda buatan Joe juga dilengkapi dengan ukuran ban yang cukup lebar. Ban yang digunakannya berukuran 26 inci x 2â…› inci. Jenis ban yang digunakan oleh Joe adalah jenis ban Uniroyal Knobby.
Sedangkan pelek yang digunakan pada sepeda ini adalah pelek Schwin S2. Selain itu juga dilengkapi dengan Phil Wood hubs. Sepeda ini cukup diminati. Joe Breeze akhirnya membuat 10 buah sepeda jenis ini pada bulan Juni 1978.
Pada rentang waktu akhir tahun 1970an sampai dengan awal 1980an, banyak industri sepeda yang mulai mengembangkan produksi sepedanya dengan menggunakan bahan material ringan yang berteknologi tinggi. Jika Joe Breeze melakukannya pada tahun 1978, lain halnya dengan Tom Ritchey. Bersama dengan Gary Fisher dan Charlie Kelley, Tom Ritchey membentuk sebuah firma yang mempruduksi sepeda dengan teknologi mutakhir. Perusahaan dengan nama MountainBikes ini turut ambil bagian dalam pameran industri perdagangan pada tahun 1983. Disain sepeda yang dihasilkan oleh perusahaan ini mengambil dasar dari sepeda jalan raya. Hanya saja pada sepeda gunung ini digunakan frame yang lebih lebar dan garpu penahan ban juga disesuaikan untuk menahan ban yang lebih lebar.
Untuk bagian handlebar juga berbeda. Pada sepeda gunung ini digunakan handlebar yang lurus, tanpa ada yang melengkung seperti pada sepeda untuk jalan raya. Selain itu, ada beberapa bagian dari sepeda ini yang mengambil disain dari sepeda BMX yang sudah ada.
Pada tahun 1983 untuk pertama kalinya sepeda gunung diproduksi secara masal. Produksi masal sepeda gunung ini pertama kali dilakukan di negeri Jepang oleh perusahan industri sepeda Specialized. Model yang digunakan pada sepeda ini mengambil disain dari sepeda hasil kreasi dari Tom Ritchey. Perbedaannya pada sepeda ini telah menggunakan 15 buah gir. Hal ini semakin meningkatkan performa dari sepeda gunung tersebut, juga membuat pengendara semakin mudah menggunakannya.

sumber : http://dalasbali.com/biker/component/content/article/50-artikel-tab/73-sejarah-sepeda-gunung.html

Lompat bungee


Lompat bungee (bungee jumping) adalah sebuah aktivitas di mana seseorang melompat dari sebuah tempat tinggi (biasanya beberapa ratuskaki/meter) dengan satu ujung dari tali elastis yang ditempel di badan atau pergelangan kaki dan ujung talinya satunya terikat ke titik lompatan. Ketika seseorang melompat, tali tersebut tersebut akan melar setelah mengambil energi dari lompatan, dan peloncat akan terlontar balik ketika tali tersebut memendek. Peloncat akan berosilasi naik dan turun sampai energi dari loncatan habis.
Kata bungee (dibaca banji) pertama kali digunakan pada tahun 1930 dan merupakan nama dari penghapus karet.
Pada awal 1950-an David Attenborough dan seorang pekerja film BBC telah membawa kembali potongan "penyelam tanah" Pulau Pantekostadi Vanuatu, orang muda yang melompat dari "platform" kayu yang tinggi dengan "vine" terikat ke pergelangan kaki mereka sebagai pengetesan keberanian. Film ini menginspirasikan Chris Baker dari Bristol, Inggris untuk menggunakan tali elastis. Lompat bungee modern pertama dilakukan pada 1 April 1979 dari Jembatan Suspensi Clifton setinggi 250 kaki di Bristol dan dilakukan oleh 4 anggota Dangerous Sports Club. Para pelompat, dipimpin oleh David Kirke ditahan tidak lama kemudian, namun tetap melompat di AS dari Golden Gate dan jembatan Royal Gorge, menyebarkan konsep ini ke seluruh dunia. Pada 1982 ada pelompatan yang dilakukan dari "crane" bergerak dan balon air panas.


Senin, 25 Juni 2012

PENDAKIAN GUNUNG CIREMAI


PENDAKIAN GUNUNG CIREMAI 

KETENTUAN UMUM PENDAKIAN


1. Setiap calon pendaki harus memiliki Surat Ijin Pendakian (SIP) yang di urus terlebih dahulu berdasarkan jalur pendakian yang ingin dilalui sesuai ketentuan yang berlaku dan menyerahkan kepada pengelola di pintu masuk yang apabila perijinanya dilakukan di kantor lingkup TNGC. sementara menunggu permohonan ijin pengelola jalur pendakian yang lain, maka pendaki diharuskan melewati jalur pendakian LINGGASANA karena sudah mendapatkan ijin pengelolaan dengan membawa persyaratan yaitu fotokopi kart tanda pengenal (KTP/STNK/SIM) dan surat ijin orang tua diserta fotokopi KTP orang tua (bagi pendaki yang berusia dibawah 17 tahun keatas)

2. Perijinan pendakian di TNGC dapat menggunakan sistem booking dengan mengirimkan persyaratan yaitu fotokopi kart tanda pengenal (KTP/STNK/SIM) dan surat ijin orang tua diserta fotokopi KTP orang tua (bagi pendaki yang berusia dibawah 17 tahun keatas)melalui faksimile. Surat ijin dapat diambil calon pendaki di kantor Balai TNGC maksimal 2 hari sebelum pendakian.

3. Batas lama pendakian adalah 2 hari 1 malam dan paling lambat memulai pendakian pada pukul 12.00 WIB.

4. Membayar tiket masuk dan asuransi :
a. Wisatawan domestik : Rp 1.500,- orang/hari (PNBP)
b. Wisatawan Mancanegara : Rp. 20.000,-/orang/hari (PNBP)
- Pengelola : Rp 5.500,- /orang
- Asuransi : Rp. 1.500,-/orang

5. Jumlah pendaki dibatasi 1.500 orang per hari

6. Membawa perlengkapan standar : jaket, baju ganti, jas hujan, tenda, kantong tidur, sarung tangan, topi/klupuk, sweater, matras, makanan dan minuman secukupnya dan obat-obatan. apabila tidak, tidak diperbolehkan melakukan pendakian.

7. Pengelola jalur pendakian akan memeriksa barang bawaan dan Surat Ijin (SIP) sebelum dan sesudah memasuki kawasan.

8. Tidak membawa binatang ke dalam kawasan.

9. Tidak membuat api unggun di dalam kawasan.

10. Tidak mengganggu, memindah, melakukan vandalisme pada fasilitas yang ada di dalam kawasan.

11. Tidak memetik, memindahkan atau mencabut tanaman.

12. Berjalan pada jalur yang telah ditentukan.

13. tidak meninggalkan sampah dan wajib membawa turun kembali sampah bawaannya. apabila pengecekan terakhir pendaki tidak membawa sampah maka pendaki harus naik kembali untuk mengambil sampah.

14. tidak membawa minuman beralkohol

15. wajib mengikuti semua peraturan yang berlaku di TNGC dan akan dilakukan 
penindakan tegas bagi yang melanggar.

INI PETUNJUKNYA

Jalur pendakian gunung Ciremai via linggasana , berangkat dari jalur pantura mana pun turun di Terminal Harjamukti Cirebon, di usahakan jangan tiba di terminal sampai malam karena di terminal Harjamukti  pada malam hari banyak pengamen dan preman yang meminta uang dengan paksa, jadi kalo seumpama berangkat malam siapkan uang receh agar tidak kena pukul dari preman terminal, setelah sampai terminal Harjamukti kita dapat naik Bus besar jurusan Tasikmalaya atau angkutan bus mini jurusan Kuningan, turun di Kecamatan Cilimus pertigaan Linggarjati, dari pertigaan Tugu Linggarjati kita bisa jalan kaki, kalo siang bisa naik angkot ke gerbang Desa Linggasana, dari situ kita jalan kaki menuju Basecamp sekitar 5 menit, dari Basecamp Linggasana persiapkan peralatan dan barang yang akan dipakai untuk pendakian, tidak lupa kita izin dulu ke Pos Pendakian tiket Perizinan cukup mahal, di usahakan pendakian pada siang hari karena jalur via Linggasana cukup berat bagi pemula, persiapkan logistik yang cukup atau bisa belanja di desa linggasana banyak warung – warung dan air yang cukup dari basecamp atau bisa di mengisi air di mata air setelah bumi perkemahan ditengah perjalanan, dari pos 1 desa linggasana menuju condang amis dibutuhkan perjalanan kurang lebih 2-3 jam jalur cukup landai disitu kita akan jumpai gerbang masuk pendakian gn. Ciremai setelah itu kita akan memasuki hutan pinus dan bumi perkemahan banyak kita jumpai tempat keramat jadi kita harus sopan dan jangan bersikap seenaknya, terdapat juga mata air yang keluar dari pipa di depan gubuk bumi perkemahan terakhir,dan banyak gubuk – gubuk peristirahatan di tengah perjalanan setelah sampai dikondang amis kita akan menemui gubuk peristirahatan terakhir dan pertemuan antara jalur pendakian via Cibunar desa Linggajati dan jalur via Linggsana, dari Condang amis menuju Kuburan Kuda jalur pendakian semakin menanjak dengan sudut kemiringan ± 40˚ - 50˚, untuk mencapai pos kuburan kuda ditempuh ± 1 – 1 ½ jam perjalanan dengan jalur tanah ber akar penuh pepohonan besar dan sejuk, selanjutnya dari Pos kuburan kuda menuju Pos Pengalap dibutuhkan ± 1 jam perjalanan dengan medan yang masih sama pepohonan besar dan tanah berakar dengan sudut kemiringan ± 50 – 60 ˚, setelah sampai di Pengalap siapkan tenaga kalo perlu isi perut dulu karena kita akan menuju medan yang cukup berat untuk mencapai pos selanjutnya, Pos selanjutnya menuju tanjakan Bin – bin dan Tanjakan seruni medan ini sangat menguras tenaga sampai di pos batu lingga, dengan sudut kemiringan ± 60 - 70˚, dibutuhkan waktu ± 1 – 2 jam untuk sampai di pos tanjakan seruni, medan juga masih sama tanah berakar dan sejuk penuh pepohonan besar, dari pos tanjakan seruni menuju pos Bapa Tere dibutuhkan ± 1 jam perjalanan dengan medan g berbeda dari pos – pos sebelumnya, selanjutnya dari pso Bapa Tere menuju pos Batu Lingga Top of jalur penguras tenaga, dibutuhkan ± 1 – 1 ½ jam perjalanan, dari Pos batu Lingga menuju sanggabuana 1 dibutuhkan ± 1 jam perjalan, di situ kita bisa mendirikan tenda untuk peristirahatan dan mengisi tenaga kembali untuk melanjutkan kembali perjalanan ke Top Of Mount Ciremai, di sanggabuana 1 terdapat tanah lapang yang bisa didirakan 2 – 3 tenda, dari sanggabuana 1 menuju sangga buana 2 dibutuhkan ± 30 menit perjalanan, medan masih sama pohon besar dan tanah berakar, di sanggabuana 2 terdapat mata air yang terdapat di cekungan bebatuan dan ada saat musim hujan setiap 15 menit air akan memenuhi cekungan itu, tempat ini cocok untuk pendirian tenda dan mengisi persediaan air, catatan : air ada jika musim hujan, musim kemarau air tidak ada, jadi usahakan jangan menjagakan air di pos sanggabuana 2, dari sanggabuana 2 menuju pos Terakhir Pengasinan, dibutukan ± ½ - 1 jam perjalanan, setelah pos terakhir pengasinan, kita akan melewati jalur bebatuan dan pohon – pohon edelweis (bunga salju jawa), dan sampai puncak Ciremai Top Of Mount 3078 MDPL, ± 30 menit perjalanan dari pengasinan ke puncak, dipuncak kita dapat melihat kota Cirebon dan gunung – gunung lain seperti gunung Slamet – Sindoro – Sumbing dan Keindahan alam yang di ciptakan Allah SWT, dari puncak gunung,

Demikian artikel ini semoga bermanfaat
Mohon maaf apabila ada kekurangan
Salam lestari

SUMBER :
http://btngciremai.blogspot.com/2011/02/pendakian-gunung-ciremai-dibuka.html
http://articinta94.blogspot.com/2011/06/ciremai-mount-3078-mdpl.html

Selasa, 29 Mei 2012

situs balong dalem


Balong Dalem Tirtayatra merupakan lokasi wisata alam yang indah dan menawan, karena disana juga terdapat hutan lindung yang masih dijaga kelestariannya.
Objek Wisata Alam yang juga mengisahkan sebuah cerita Legenda jaman dahulu ini di dalamnya terdapat kolam yang cukup besar dan dalam atau dalam bahasa Sunda sering disebut “ Balong Dalem “ disini juga terdapat Ikan Langka yang usianya sudah puluhan tahun bahkan masyarakat sering menyebutnya  Ikan Dewa, dan ternyata asal muasan keberadaan ikan dewa yang sekarang tersebar di beberapa ojek wisata,Cigugur,Darma Loka, Cibulan, Linggarjati serta Paniis adalah berasal dari tempat ini.
Di Balong Dalem ini juga terdapat sumber mata air yang tidak pernah kering dan sangat dikeramatkan baik oleh masyarakat setempat ( desa Babakanmulya ) maupun oleh masyarakat luar desa tersebut, yang cukup unik juga disini diadkan upacara adat yaitu Kawin Cai, yaitu semacam prosesi mencampurkan air dari Balong Dalem dengan sumber mata air dari Cibulan Desa Maniskidul yang berasal dari Sumur Tujuh, yang setiap tahunnya dilaksanakan setiap Bulan Oktober pada malam Jumat Kliwon.
Sejarah perjuangan melawan penjajahan kolonial Belanda pun mewarnai cerita Balong Dalem ini,hal ini dibuktikan dengan adanya prasasti yang dibangun disekitar Balong Dalem dan ada juga beberapa makam atau petilasan para pejuang waktu itu. Disamping cerita mengenai sejarah perjuangan mengusir penjajahan juga disini terdapat cerita unik dengan hadirnya makam keramat seperti Makam Buyut Bayu, Buyut Goong serta Buyut Hantara yang sangat melegenda, dan sering juga dijadikan sebagai wisata jiarah oleh masyarakat sekitar, bahkan kebanyakan yang dating adalah warga diluar Kabupaten Kuningan, satu lagi yang unik disini adalah terdapatnya Situs Batu Kawindan Situs Batu Menjangan yang diperkirakan usianya sudah ratusan tahun, sebagai peninggalan jaman batu khususnya di daerah Kabupaten Kuningan.
Terhampar luas sekitar kurang lebih 2 Ha lapangan sebagai tempat perkemahan umum yang dapat menampung sekitar 1000 orang dengan bisa dipasang 100 tenda berikut dengan panggung ukuran yang bias disesuaikan kebutuhan, karena kondisi alamnya masih sangat alami sehingga tidak heran disini banyak juga ditemukan pohon-pohon langka yang usianya diperkirakan sudah mencapai ratusan tahun, dan bila kita masuk lebih jauh ke dalam hutannya terdapat pula sekitar 400an Primata atau monyet-monyet dengan ceritanya tersendiri yang sangat unik.
Denah Pengembangan Taman Wisata Balong Dalem Tirtayatra





sumber :

Jumat, 20 April 2012

diving


Pengertian dasar snorkeling adalah suatu teknik menikmati pesona keindahan dasar laut dengan menggunakan perlatan dasar selam berupa snarkle, fin (kaki katak) dan mask (kacamata renang). Jenis penyelaman ini dilakukan pada plaut dangkal karena tidak menggunakan alat bantu pernafasan berupa tabung oksigen.
Diving adalah penyelaman dengan menggunakan perlatan selam lengkap berupa Fin, Mask, Tabung oksigen beserta regulator. Teknik selam ini dapat digunakan pada kedalaman tertentu dari permukaan dengan bantuan tabung pernafasan.
Pada prinsipnya peralatan selam di bagi dalam 2 kelompok :
1. Skin Dive atau dalam Buku Petunjuk 1 Star SCUBA Diver CMAS – Indonesia disebut : “Peralatan Selam Dasar”. Terdiri dari : Masker, Snorkler, Fin (kaki katak), boot (sepatu selam) dan Lifevest (pelampung)
2. SCUBA Gear / Peralatan SCUBA, yang meliputi : BCD (Bouyancy Compensator Divice), Tabung, Regulator, Pressure & Deep Gauge (alat mengetahu isi tabung selama penyelaman dan tingkat kedalaman), serta Weightbelet (pemberat).
Dari 2 pilihan diatas apakah harus kita miliki? jawabnya: ya jika budget memungkinkan, karena jika dihitung semua perlatan diving lengkap harganya sekitar 10 juta-an, bahkan bisa lebih kalau kita fanatik terhadap merek tertentu. Pada dasarnya untuk skin dive sebaiknya kita lengkapi sendiri karena sifatnya yang personel.

impulse2_s
Snorkle atau alat bantu pernafasan. Untuk jenis alat ini wajib dipunyai sendiri untuk higienisaitas dari penggunaan. Cara pemakaian alat ini adalah dengan digigit pada mulut sehingga kita bisa bernafas melalui mulut.







MaskMask atau kacamata selam. Untuk anda yang memiliki mata normal bisa saja anda bergantiang pemakaiannya dengan orang lain dengan meminjam atau sewa. Sedangkan untuk anda yang bermata minus atau plus sebaiknya anda mempunyai sendiri karena kecenderungan perbedaan tingkat kepekaan mata. Model mask tertentu memungkinkan untuk penggantian lens sesuai dengan tingkat kepekaan mata anda.



caravelle_adj_s
Fin atau kaki katak. Jenis fin terdapat 2 model yaitu open whell dan close whell. Untuk jenis open whell mungkin anda bisa bergantian karena terdapat kaitan yang bisa diatur sesuai dengan ukuran kaki anda. Jenis ini lebih mahal dari close whell. Jenis close whell bisa diibaratkan sebuah sepatu jadi memiliki ukuran tertentu sesuai dengan ukuran kaki anda jadi sebaiknya anda mempunyai sendiri karena bersifat personal.

Scuba diving sangat tergantung pada teknologi untuk sukses. Penggunaan peralatan yang lebih maju dan pelatihan mengacu pada teknis menyelam, scuba diving teknis atau Tec menyelam. Meskipun, sebagian besar orang pergi menyelam teknis untuk rekreasi, ini dari menyelam adalah di luar lingkup petualangan atau olahraga rekreasi. Hal ini membutuhkan pelatihan lanjutan, pengalaman, khusus (dan mahal) peralatan dan gas pernapasan, misalnya oksigen murni untuk mencegah penyakit dekompresi di dalam air yang dalam.
Profesional Asosiasi Instruktur Menyelam (PADI), terbesar keanggotaan menyelam di dunia rekreasi dan organisasi pelatihan, mendefinisikan scuba diving teknis, “Menyelam selain menyelam komersial atau rekreasi konvensional yang membutuhkan penyelam melampaui batas-batas diving rekreasi. Hal ini lebih lanjut didefinisikan sebagai aktivitas yang mencakup satu atau lebih hal berikut: menyelam di luar 40 meters/130 kaki, dekompresi tahap yang diperlukan, menyelam di lingkungan overhead yang melampaui 130 meter linear dari permukaan, dipercepat dekompresi panggung dan / atau penggunaan campuran gas di dalam sebuah penyelaman. ”
Namun, ‘selam teknis’ pertama kali disebut oleh Michael Menduno, dan ia menggunakannya dalam publikasi. Sejak itu, telah digunakan untuk mendefinisikan penyelam canggih yang melaksanakan profil dianggap ekstrim, oleh banyak orang. Scuba diving membutuhkan dekompresi direncanakan berhenti dan penggunaan lebih dari satu campuran gas. Beberapa contoh scuba diving teknis adalah:
  • GUA MENYELAM
  • DEEP DIVING
  • ES MENYELAM
  • WRECK DIVING
Dalam semua jenis penyelaman yang disebutkan di atas, seseorang tidak dapat permukaan secara langsung. Berikut adalah beberapa faktor yang telah dimasukkan dalam definisi scuba diving teknis. Alasan juga telah disebutkan.

KEDALAMAN

Penyelaman teknis didefinisikan sebagai penyelaman lebih dari 130 kaki (40 meter) atau penyelaman di lingkungan overhead, di mana penyelam tidak dapat permukaan secara langsung, dan tidak ada akses ke cahaya alami. Beberapa contoh lingkungan seperti berada di dalam kapal karam, segar dan air asin gua, dll penyelaman tersebut memiliki dekompresi direncanakan dilakukan dalam beberapa tahap. Faktor mendalam telah disertakan, karena menghirup udara yang teratur sementara mengalami tekanan penurunan penyebab. Kedalaman meningkat juga meningkatkan toksisitas oksigen. Itulah alasan mengapa campuran gas diambil bukan satu gas.

DEKOMPRESI BERHENTI

Untuk menghindari penyakit dekompresi, seorang penyelam pada akhir menyelam jauh diperlukan untuk melakukan dekompresi. Gas-gas dalam tangki gas pernapasan penyelam yang diserap ke dalam jaringan tubuh ketika bernapas di bawah tekanan tinggi dan perlu dilepaskan dengan menunda atau mengambil menghentikan sebagai, berhenti mengurangi pembentukan gelembung dalam jaringan.

GAS CAMPURAN

Teknis penyelaman memerlukan penggunaan gas pernapasan hipoksia seperti Trimix, Heliox dan heliair. Hal ini karena campuran udara normal oksigen pada jarak lebih meningkatkan toksisitas oksigen. Tanda-tanda pertama dari toksisitas oksigen kejang. Hal ini sering menyebabkan kecelakaan dan tenggelam penyelam. Hal ini juga dapat termasuk halusinasi visual dan auditori, berkedut, mual, perubahan mood dan pusing. Penambahan gas helium untuk bernapas mengurangi efek ini, juga helium tidak mendapatkan beracun pada panjang yang mendalam.
Teknis penyelam menggunakan peralatan canggih yang dapat mempertahankan tekanan tinggi dengan mudah tanpa rusak. Mereka juga membawa dua tangki sehingga jika satu gagal, yang lain datang untuk menyelamatkan. Pelatihan mereka juga membutuhkan tingkat tinggi dari kekuatan fisik. Jika seseorang telah menyelam dari panjang dan memiliki pengalaman yang tahu-hows, waktu untuk scuba diving lebih berani dan menarik teknis.
sumber info :